(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

Akan kah Rupiah Menguat ??? INKP wajib Punya !!!! Kenapa ?? 28 Juni 2018

Belajar Saham – Selamat pagi, selalu diberikan kesehataan untuk semua trader dan investor. Pagi ini IHSG akan bergerak mixed, kemungkinan akan cendrung untuk menguat. Pagi ini ada beberapa saham yang bisa di perhatikan seperti BBCA, TLKM dan UNTR. Untuk lebih detailnya silahkan check di kolom Stock Pick pagi ini.

Untuk saham PTBA dan INKP kita untuk semenatar hold dulu. kedua saham ini sangtalah bagus. Ikutin terus Rekomendasi live pada saat market buka bersama pak Santo Vibby via telegram.

Menurut Analisa kami ada beberapa Saham Indonesia yang bisa di jadikan Investasi saham yang berjangka panjang atau bisa di bilang untuk tabungan saham yang di lihat dari Fundamental perusahan tersebut, di antaranya Saham UNVR, UNTR, INDF, ITMG dan PTBA.

Berita Untuk Rupiah 

Kurs rupiah masih diselubungi sentimen negatif. Pelaku pasar menunggu kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) alias BI 7-day reverse repo rate (BI 7-DRR). BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 28-29 Juni 2018. Jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan, masih ada ruang bagi rupiah untuk menguat.

Pasar transaksi rupiah di Indonesia kemarin tidak dibuka. Selasa (26/6), kurs spot rupiah melemah 0,14% ke Rp 14.179 per dollar AS. Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa juga bergerak melemah.

Masih sulit bagi rupiah untuk menguat signifikan meski ada intervensi BI. “Dominasi dollar AS terlalu kuat sehingga rupiah sulit menguat. Selain kebijakan suku bunga BI, harus ada tindakan lain demi memperkuat rupiah. Artinya, untuk menjaga rupiah tak bisa hanya mengandalkan kenaikan suku bunga. Dia memperkirakan rupiah hari ini (28/6) bergerak di rentang Rp 14.100 hingga Rp 14.200 per dollar AS.

Ini berita untuk Saham INKP dan TKIM

Perkembangan e-commerce dan industri global mendorong prospek bisnis produsen kertas. Dua emiten kertas Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), ikut menikmati berkah dari pertumbuhan permintaan dunia.

Direktur INKP Kurniawan Yuwono menyebutkan, tren permintaan kemasan atau packaging di dunia berpotensi tumbuh 3% hingga tahun 2020 mendatang. Tak mau menyia-nyiakan potensi pasar tersebut, INKP berencana membangun pabrik baru yang fokus memproduksi kemasan.

Demi memuluskan ekspansi tersebut, INKP mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 618 juta. “Capex untuk tahun 2018 yang besar terdiri dari pembangunan integrated wide packaging product, lainnya untuk pembangunan tissue boiler dan biaya maintenance,” ungkap Kurniawan dalam paparan publik INKP, Rabu (27/6).

Pabrik yang berlokasi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ini memiliki kapasitas produksi 750.000 ton per tahun. Manajemen INKP menjadwalkan pabrik mulai beroperasi kuartal II-2020. Potensi pasarnya masih cukup besar.

Terlebih, Indonesia lebih kompetitif dari sisi bahan baku daripada produsen yang ada di China. Meski masih perlu mengimpor bahan baku kertas bekas dari AS dan Eropa, Indonesia memiliki sumber bahan baku pulp sendiri.

INKP juga mulai melirik segmen packaging seperti saudaranya, TKIM. Pada kuartal I-2018, TKIM mencatatkan pertumbuhan volume penjualan di segmen industrial paper dan packaging. Pada kuartal I-2017, volume penjualannya mencapai 13.000 ton naik menjadi 18.000 ton per akhir Maret tahun ini.

Direktur Utama TKIM Suhendra Wiriadinata, menyebutkan potensi pasar industri kemasan dunia tumbuh subur. Salah satu negara dengan permintaan terbesar adalah Tiongkok.

Namun, untuk bisa memenuhi permintaan segmen kemasan industri ini, TKIM perlu mengimpor bahan baku kertas bekas dari negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa. “Karena untuk memproduksi kemasan tidak semuanya menggunakan virgin pulp, sedangkan konsumsi kertas dari Indonesia masih rendah, baru bisa dipasok 50%,” kata Suhendra, yang juga menjabat Direktur INKP.

Perang dagang

Di sisi lain, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok justru membawa berkah bagi prospek bisnis INKP dan TKIM. Sebab, perang dagang ini justru membuat harga pulp atau bubur kertas semakin melambung.

Suhendra menyebutkan saat ini Tiongkok kekurangan bahan baku kertas industri akibat perang dagang dengan AS. Sebelumnya, China mengandalkan impor kertas bekas dari AS dan Eropa sebagai bahan baku utama pembuatan kertas industri. “Karena perang dagang ini, China kekurangan pasokan kertas bekas untuk bahan baku, konsekuensi kekurangan itu harus mereka tutupi dengan pulp,” ungkap dia.

Suhendra mengemukakan, saat ini Tiongkok menjadi salah satu pasar ekspor terbesar INKP di kawasan Asia. Pada kuartal I-2018, porsi penjualan ekspor INKP ke Asia mencapai 71%.

Analisa saham kami untuk hari ini Kamis 28/06 Ihsg diperkirakan akan Mixed  cendrung bergerak untuk rebound, akan tetapi IHSG masih akan mencermati suku bunga Acuan BI. Tapi tidak usah khawatir kita incer saham saham yang berada dalam Support. Ikutin terus Rekomendasi Livenya Pak Santo Vibby via telegram. IHSG resist di area 6040-6090-6100 arahnya. dengan Support terdekat 5700-5720.

Ingin mengikuti Rekomendasi live dari Pak Santo Vibby Via telegram. Untuk mencari 2-3 % perharinya. SIlahkan Klik link ini http://svta.co.id/kk-palem/

Stock Pick hari ini Beserta Chartnya :

  • BBCA Strike Price 21000-21100, Take Profit 22200-23000, Stop Loss 20900.
Chart BBCA – Bank Cenral Asia Tbk
  • TLKM STrike Price 3620-3650, Take Profit 3800-3850, Stop Loss 3600.
Chart TLKM – Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

 

  • UNTR Strike Price 31300-31500, Take Profit 34000-35000, Stop Loss 31000.
Chart UNTR – United Tractors Tbk

Disclaimer

Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut.
Kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung. Belajarlah saham pada seminar saham yang tepat.

 

Untuk menganalisa ini semua kita menggunakan metode Tekhnikal Analisys dengan menggunakan Chart dan terpaku pada Titik Support dan resist. Bila anda mau mempelajari hal tersebut, anda bisa membaca Buku di bawah ini. 

Buku yang mudah di mengerti dan Simple !!!

 

Artikel Terkait

Wajib Koleksi PPRO, ini alasannya ??? Saham 07 Nov... Belajar Saham - Selamat pagi, Bersyukur pagi ini diberikan udara yang begitu sejuk. IHSG diprediksik...
Rekomendasi Saham 06 Maret 2017 Hallo semua Trader !!! Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan di awal minggu ini. IHSG pag...
Rekomendasi Saham 12 Agustus 2016 This content is available for membership only. Get Premium Access. ITS FREE!!
2 Bank ini mengakui Likuiditas perbankkan masih be... Belajar saham - Selamat pagi dan sejahtera untuk kita semua. Pagi ini IHSG diprediksikan akan berger...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *