(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

Bandar Saham : Cara “Papi” menggoreng BUMI ?

gorengan_bandar_sahamBandar Saham : Inikah Cara “Papi” menggoreng BUMI ?

Belakangan kita lagi seru dengan papi bakrie bagi-bagi Angpao, tidak kurang dari saham BUMI, ENRG, BRMS, DEWA dan yang paling baru ditarik ELTY pun pada bangkit dari kuburan.

Semuanya berawal dari sentiment restrukturisasi hutangnya BUMI, dan disusul dengan suasana “mati”nya saham-saham Bluechip akibat ramenya masalah domestik yang mengakibatkan para investor untuk stay wait and see akan suasana panas PILKADA sejak desember 2016.

Maka saham-saham neraka lapis 17-lah yang merajai lantai bursa IHSG selama hampir 2 bulanan ini..

Namun dari semua saham-saham gorengan tersebut.. saham-saham group Bakrie lah, dimana merupakan saham-saham paling dicintai sekaligus paling dibenci yang kembali menjadi pembicaraan hangat..


Angpao dari Papi

Minggu ini saham BUMI menyentuh 500 perak..  hanya dalam 6 bulan sejak bulan Juni 2016 lalu disaat saham BUMI sedang bertengger di harga 50 perak.

Itu artinya saham BUMI telah melejit sebesar 1000% dalam 6 bulan saja, padahal selama setahunan saham BUMI sudah “mati” di harga 50 tadi, dan hal ini (mencapai harga 500 perak) terjadi  pas pada tanggal 27 january, tepatnya 1 hari sebelum hari raya Imlek, dan memberikan kesan seolah papi Bakrie menghadiahkan angpao yang sangat besar kepada para penggemar sekaligus pembencinya.

Namun 2 hari kemudian setelah naik diatas 500, bahkan sempat menyentuh harga 520, tiba-tiba saham BUMI turun lagi hingga level 470’an… bagi trader pemula yang belum kenal dengan pergerakan saham-saham group Bakrie dan kebetulan hanya ikut-ikutan beli saat diatas 500.. turunnya harga ke 470 akan bikin keringat dingin yang bercucuran bukan ?..

Nah mari kita ketahui sepintas cara sederhana cara goreng-menggoreng saham, dan bagaimanakah caranya para Bandar melakukan aksinya untuk menangguk untung besar dalam aksi tersebut ?

saham_bakrieBagaimana Cara Kerja Bandar ?

Perlu diketahui bahwa para institusi ataupun dikenal dengan istilah Bandar, jauh-jauh hari telah mengumpulkan saham-saham yang hendak diangkat dalam waktu yang sudah direncanakan sebelumnya.

Waktu yang digunakan untuk mengumpulkannya bervariasi dari bulanan hingga tahunan, tentunya waktu yang digunakan untuk akumulasi ini sudah di deduksi dalam proyeksi kenaikan harga yang mana sudah pasti judul akhirnya adalah UNTUNG BESAR !

Setelah fase akumulasi selesai, maka dibutuhkan suatu trigger atau pemicu, Hal didukung dengan sentilan efek sentimen berita yang muncul untuk menjadi dasar lompatan awal dari harga yang bergerak konsolidasi sebelumnya.

Setelah news di rilis, jreng… Maka aktifitas goreng menggoreng pun dimulai, kita ambil salah satu saham, katakanlah BUMI (hanya pemisalan). Saham yang tadinya “mati” di harga 50 pun tiba-tiba mulai ada geliat kehidupan ke 52 kemudian 54 menjadi 58..

Disini para Bandar akan melihat sikon dulu… apakah ada perlawanan dari institusi ataupun traders lainnya yang bergerak mengguyur harga tersebut ? Ataupun ada pergerakan yang menahan kenaikan harga?.

Hal ini penting untuk dijadikan pertimbangan untuk melanjutkan “tarikan” harga ataukah akan hold sebentar sambil menunggu momentum selanjutnya nanti.

Hal ini bisa dilihat contohnya juga mungkin pada saham ELTY beberapa waktu lalu,  saat harga dinaikan ke 54-55, dan terjadi perlawanan, banyak sekali yang melepas barangnya dan mengakibatkan harga tertahan tak mampu naik, dan akhirnya para Bandar menunggu beberapa hari lagi baru melanjutkan momentum kenaikannya hingga 57-63.. begitu seterusnya mereka tarik ulur.

Namun setelah beberapa saat, jika para Bandar mulai merasakan tidak mendapatkan perlawanan yang berarti, maka kemungkinannya adalah para “lawan” yang tadinya mengguyur, bisa jadi mulai berbalik badan menjadi sekutu untuk membeli saham yang digoreng ke atas, sehingga jadi lebih gampang bagi para Bandar untuk menaikannya dari 60 ke 70 dan 100 bahkan hanya dalam hitungan hari saja.

Itu artinya sejak dimulainya aksi goreng saham, saham yang digoreng sudah mencapai 100% dari harga 50 perak ke 100 perak.

Reng Goreng.. Naik dan Turun.. Ini dia !!

Nah dalam menjalankan aksinya untuk menarik harga, mereka tidaklah selalu membeli doang, namun mereka bergerak naik sambil melakukan aksi beli dan aksi menjual juga.

Misalnya pada saat harga dari 60 ditarik dengan sejumlah perhitungan ke 65 ( sekitar 8% profits), mereka juga melakukan jualan di harga rata-rata 65 dan sembari berjualan mereka menekan nilai harga turun dari 65 kembali ke 60-61 lagi… apa yang terjadi ? Ternyata di 60-61 lagi-lagi mereka sudah nongkrong untuk menampung guyuran yang terjadi.. dan kemudian mulai di tarik lagi ke atas lebih tinggi lagi.. terus.. dan terus dan terus.. hingga makin tinggi..

Dalam perjalanannya, terkadang juga terjadi kerugian-kerugian kecil, namun tujuan utamanya bukanlah mengambil untung-rugi dari  transaksi  yang terjadi in between, tetapi keuntungan sebenarnya terletak pada jumlah saham yang diakumulasi sangat banyak berbulan-bulan sebelumnya.

Pada study kasus saham BUMI misalnya, dengan sentimen restrukturisasi yang menyebutkan angka  dengan harga saham konversi utang ke saham disepakati Rp 926,16 per saham.

Isu yg beredar kenceng “katanya” BUMI akan ke 926 itu, maka jelas jenis para Bandar besar yang ada disini, dan kemungkinan tidaklah heran jika pada saat itu harga saham BUMI tidak akan berhenti hanya di harga 100 atau 200, mungkin berkat maintain harga yang tepat maka BUMI mampu mencapai harga rp. 500 saat ini.

Akankah saham BUMI berlanjut naik seperti yang diharapkan ? Tidak ada yang tahu, penjelasan diatas hanya menggunakan pemisalan saja.

Dengan system seperti yang dijelaskan diatas, maka akan selalu terjadi harga naik dan kemudian turun lagi, begitu seterusnya, hingga sampai pada suatu titik, dimana harga yang dianggap bahwa pesta sudah boleh berakhir, maka selalu ada saja retailer yang kebagian tugas cuci piringnya nanti.

Note ; Artikel ini bukan berarti saya mengajak Anda untuk bertransaksi saham BUMI ataupun saham-saham gorengan lainnya yaa.. 😛

bandar-banner

Best Regards

signature

Santo Vibby

Trading Is Simple !

Contact Info :
BBM : 2BC8D4CE
WA : 0811 9195 998

SV_Mentor01Santo Vibby merupakan praktisi dan Icon Traderpreneur dari trader dan investor Indonesia. Santo Vibby telah mendalami dunia investasi dan keuangan semenjak tahun 2000.

Berbagai instrumen produk investasi menjadi makanan sehari-harinya, mulai dari deposito, reksadana, saham,  bisnis, hingga properti. Semenjak 2006, Santo Vibbby telah menjalani hidup Trading For Liviing dan sejak saat itu mulai berbagi dengan menuliskan pengetahuan praktisnya. 

Dengan motto “Trading Is Simple”, maka Santo Vibby telah merilis buku-buku BEST SELLER yang telah ditulis antara lain: When To Buy & Sel, CandleStick Can Tell, Jual Saham Anda Lebih Mahal, Money & Business Skills, Zeropreneurs, dan yang paling fenomenal adalah The Stock Market Secret Profits.

Selain itu melalui sekolahnya Santo Vibby Traders Academy, beliau telah mencetak banyak sekali para traders, pakar saham dan trainers sukses yang merupakan alumni sukses dari bimbingannya. Setiap bulannya, Santo Vibby sering mengadakan seminar dan kelas edukasi di berbagai kota di Indonesia.

Artikel Terkait

Reksadana, Alternatif Investasi! Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal keci...
Belajar Saham : Kemana arah IHSG dalam waktu dekat... www.SVTA.co.id - Halo teman-teman yang sama-sama belajar saham secara luar biasa, Belakangan ...
Kenapa Kita Bleeding Money ? Santo Vibby Traders Academy, Trading Emotion adalah sesuatu yang dimiliki semua traders, dan kita...
Cara Membuka Account Saham / Rekening Saham Bagaimana Cara Membuka Account Saham / Rekening Saham? SVTA - Untuk dapat membuka sebuah rekeni...

Comments

comments

One thought on “Bandar Saham : Cara “Papi” menggoreng BUMI ?

  1. Sebagai trader pemula harus ekstra hati-hati dalam membeli saham yang masuk kategori gorengan, sekarang 5 Agustus 2017 harga saham BUMI.JK Rp 330.00 per saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *