(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

2 Traders yg berbeda : Trader S & O

svta_saham15Trader S – Subjective Trader

Trader S ini merupakan jenis trader yang sudah tau semua… sudah mengerti semua…. dan paling paham segala, NAMUN secara sadar atau tidak sadar TIDAK PERNAH menerapkan apa yg mereka sudah kuasai.

Mungkin mereka tidak terlalu percaya dengan system yang di pelajari, mungkin juga akar finansial mereka yang lama terlalu kuat dan menjadi sebuah kebiasaan “lama” yang amat susah dibongkar (tidak mau atau ditunda utk dibongkar?), atau mgkn juga ego mereka terlalu tinggi.

Sehingga apapun yang mereka dilakukan di market, adalah “cara lama” yang selama ini mereka gunakan sebagai bentuk kebiasaan yang mengakar kuat di dalam tanah finansial yang tidak kelihatan.

Pada dasarnya mereka tahu bahwa “ada yang salah” dengan cara lama, hal ini ditunjukkan oleh financial statement di portfolio mereka yang terkadang profit, terkadang loss, dan overall by the end of the month adalah selalu minus.

Namun meski mereka tahu bhw ada yg salah, meskipun kepingin… mereka somehow sepertinya tidak punya kendali untuk merubah kebiasaannya yg telah mengakar tersebut.

saham-trader_sTrader S ini terkadang bahkan sangat sadar bahwa mereka sebenarnya berputar-putar dalam sebuah lingkaran tanpa ujung, yang saya gambarkan sebagai permainan ular tangga… Dimana mereka yang selalu menggunakan kebiasaan cara lamanya untuk bertransaksi selalu bertemu dengan jalan buntu dan tidak mencapai tujuan financialnya.. bahkan kehilangan finansial dalam sebuah turunan tajam.

Seperti kejadian pada saat terjadi mini crash di market…. Segala warning, dan posting strategi yang masuk akal sudah jauh-jauh posted dan terlihat di chart mereka sebelum market benar-benar tenggelam.. NAMUN seperti penjelasan diatas, bahwa mereka “sudah tahu”, “sudah paham” tapi mereka secara sadar ataupun tidak sadar “memilih” untuk tetap memilih menggunakan “cara lama” nya dan hasilnya semakin dalam market bergerak.. semakin SUBJECTIVE lah mereka para Trader S (Subjective)

Semakin subjective mereka, semakin besar rasa dendam bercampur bersalah, campur segala emosi negatifnya.. dan celakanya semakin penasaran untuk segera membalas kerugian…

Pada tahap ini mereka sudah bukan pebisnis.. mereka spekulan tanpa dasar.. segala hal akan dilakukan untuk dapat membalas market.. termasuk meminjam uang berlebihan (pemakaian margin tanpa hitungan)

Satu2 nya hal yang dapat menyelamatkan trader S, adalah Force Sell …. meskipun dianggap sebagai biang sial yang merusak “permainan” mereka.. pada dasarnya Force Sell- lah yang menyelamatkan mereka.. they just dont realize it yet…

Dgn force sell… Anda dipaksa berhenti “membunuhi” bisnis Anda sendiri… Lihatlah dari sisi lain kawan…

Tariklah napas dalam, buka mata dan perhatikan apa yang telah dilakukan oleh Anda terhadap diri sendiri, keluarga, teman2..

  “Satu2 nya hal yang dapat menyelamatkan trader S,  

    adalah Force Sell ….”  

Lihatlah kembali apa yang telah Anda lewatkan selama ini ? Waktu yang terbuang sia2 harusnya bisa untuk qualities time bersama keluarga, teman2…

Nah dengan Force Sell… Berhentilah… paksa diri Anda berhenti sejenak.. Ambil waktu 1-3 bulan untuk melihat, mengevaluasi, menikmati waktu, .. U will need this..

Tanpa Anda dipaksa berhenti oleh si Force Sell ?  Anda akan keep wasting your time, your energy, your everything pada si “cara lama” atau si “kebiasaan lama” yang JELAS-JELAS diatas kertas bertuliskan “RUGI” dan Anda akan tetap membombardir transaksi bisnis Anda secara subjektif, dan menggali makin dalam, dalam, dan dalam lho..

newsletter_ebook_gratis

Buat teman2 traders yang masih berjuang dan masih merugi di pasar, sorry jika saya TIDAK memberikan jawaban berupa apa “yang hendak Anda dengar” ; bahwa semua akan baik2 aja… atau besok akan lebih baik…. atau saham Anda FAnya bagus koq, atau market akan rebound..dll

Tapi take some time to Stop.. and realize.. it’s all u need for now :)

Nah Trader O

Trader O adalah Objective Trader…

Mereka adalah kebalikan diatas.. jadi saya sudah tidak perlu tuliskan panjang lebar…

Pada dasarnya dalam belajar saham, mereka menerapkan System .. dan dengan MM yang ideal (walaupun tdk sempurna).. Mereka SADAR bahwa mereka membeli BUKAN di ATAP… tapi mencicil saat harga diskon…

Dan mereka masih mengharapkan bahwa market masih atau sudah dekat sekali dengan area support utamanya, dimana RISK sangat controlable…

Blah..blah.blah.. the best part akan ter-cerita sendiri dalam beberapa bulan kemudian saat market terbang begitu indah bersama dengan portofolionya Anda2 sekalian :)

Nah Apakah Anda Subjective or Objective ? 😛

unlock_how_saham

Best Regards

signature

Santo Vibby

Trading Is Simple !

Contact Info :
BBM : 2BC8D4CE
WA : 0811 9195 998

SV_Mentor01Santo Vibby merupakan praktisi dan Icon Traderpreneur dari trader dan investor Indonesia. Santo Vibby telah mendalami dunia investasi dan keuangan semenjak tahun 2000.

Berbagai instrumen produk investasi menjadi makanan sehari-harinya, mulai dari deposito, reksadana, saham, bisnis, hingga properti. Semenjak 2006, Santo Vibbby telah menjalani hidup Trading For Liviing dan sejak saat itu mulai berbagi dengan menuliskan pengetahuan praktisnya. 

Dengan motto “Trading Is Simple”, maka Santo Vibby telah merilis buku-buku BEST SELLER yang telah ditulis antara lain: When To Buy & Sel, CandleStick Can Tell, Jual Saham Anda Lebih Mahal, Money & Business Skills, Zeropreneurs, dan yang paling fenomenal adalah The Stock Market Secret Profits.

Selain itu melalui sekolahnya Santo Vibby Traders Academy, beliau telah mencetak banyak sekali para traders, pakar saham dan trainers sukses yang merupakan alumni sukses dari bimbingannya. Setiap bulannya, Santo Vibby sering mengadakan seminar dan kelas edukasi di berbagai kota di Indonesia.

Pinterest

Share with Your Friend

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *