(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

Emiten CPO Berpotensi Kembali Tertekan

Belajar Saham-Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, pagi Ini IHSG cenderung menguat.

Menurut Analisa kami ada beberapa Saham Indonesia yang bisa di jadikan Investasi saham yang berjangka panjang atau bisa di bilang untuk tabungan saham yang di lihat dari Fundamental perusahan tersebut, di antaranya Saham TLKM, PTBA dan UNTR.

Inilah Sebab Emiten Sektor CPO Kembali Meredup

Angin segar bagi industri perkebunan tak bertahan lama. Setelah pemerintah Indonesia melakukan relaksasi ekspor produk crude palm oil (CPO), sentimen lain yang berpotensi kembali menekan sektor ini kembali muncul.

 

Awal 2019, skema Comprehensive Economic Cooperation Agreement (CECA) yang disepakati Malaysia dan India mulai berlaku. India akan menurunkan bea masuk impor CPO dari Malaysia dari sebelumnya 44% menjadi 40%. “Hal itu bakal berimbas pada ekspor CPO Indonesia,”  Minggu (16/12).
Terlebih, Indonesia merupakan salah satu eksportir CPO terbesar ke India. Penurunan bea masuk impor CPO dari Malaysia tersebut akan membuat CPO asal Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar India.
Tak tertutup kemungkinan volume ekspor CPO Indonesia tertekan oleh Malaysia. Sebab, berdasarkan perhitungan Kasan Muhri, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, penurunan tarif yang mulai berlaku di 2019 tersebut bakal menaikkan volume ekspor Malaysia ke India sebesar 190.020 ton.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tak menampik, perjanjian kedua negara tersebut bisa menekan ekspor Indonesia. Oleh karenanya, GAPKI juga meminta pemerintah melobi India supaya persaingan menjadi lebih sehat.
Corporate Communication SSMS Andre Taufan juga tak menampik, kebijakan India berpotensi menekan kinerja perusahaan. Terlebih, 70% hasil produksi SSMS dalam dua bulan terakhir diekspor ke India dan China.
Andre berharap, kebijakan kepada Malaysia juga akan diikuti dengan kebijakan untuk Indonesia. “Jika tidak, persaingan jadi tidak kompetitif,” imbuh dia.
Diversifikasi pasar
Meski begitu, SSMS tak mau terlena menunggu hasil lobi pemerintah. Sebab, manajemen emiten perkebunan ini melihat fluktuasi harga CPO masih berlanjut. Oleh karenaitu, SSMS juga menjajaki beberapa pasar baru selain India.
SSMS akan mulai melakukan roadshow ke sejumlah negara untuk mencari pasar ekspor baru. “Kami akan menjajaki Laos, Kamboja, Nepal, Myanmar, Uzbekistan, dan Bulgaria,” ujar Andre. Sayang, dia belum bersedia memberikan gambaran berapa potensi pemasukan yang didapat dari pasar barunya ini.
Sementara, Juan mengatakan, ekspor ke pasar baru merupakan strategi yang paling efektif. Tapi, bakal lebih baik jika emiten perkebunan memiliki nilai tambah dari produknya. Nilai tambah itu terbukti ampuh menjaga kinerja keuangan dari terpaan fluktuasi harga CPO. “Bisa dengan tidak langsung menjual CPO, tapi menjualnya dalam bentuk minyak goreng seperti di beberapa emiten,” jelas Juan.
Namun, strategi tersebut tidak memberi dampak instan. Juan melihat, selama penerapan kebijakan B20 belum maksimal, industri CPO dalam negeri rentan tertekan. Juan merekomendasikan hold untuk emiten CPO.
Juan memberi SSMS target harga Rp 1.300 per saham. Akhir pekan lalu, SSMS turun 5 poin ke level Rp 1.250 per saham.

Analisa saham kami untuk hari ini Senin 17/12 Ihsg cenderung menguat , Strategi pagi ini, kita fokus ke saham  TLKM,PTBA dan UNTR untuk Trading Fast. Ikutin terus Rekomendasi Livenya Pak Santo Vibby via telegram.

Ingin mengikuti Rekomendasi live dari Pak Santo Vibby Via telegram. Untuk mencari 2-3 % perharinya. SIlahkan Klik link ini http://svta.co.id/kk-palem/

Stock Pick hari ini Beserta Chartnya :

  • TLKM area buy 3700-3720 SL 3680 TP cari 2-3%
TLKM (Telekomunikasi Indonesia Persero )-Indeks-Harga-Saham-Gabungan
  • PTBA area buy 4420-4440 Sl 4360 TP 4600-4700

    PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam)-Indeks-Harga-Saham-Gabungan
  • UNTR area 28800-28900 SL 28600 TP 30200-30500
    UNTR (United Traktor Tbk) -Indeks-Harga-Saham-Gabungan

    Disclaimer

    Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut.
    Kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung. Belajarlah saham pada seminar saham yang tepat.

     

    Untuk menganalisa ini semua kita menggunakan metode Tekhnikal Analisys dengan menggunakan Chart dan terpaku pada Titik Support dan resist. Bila anda mau mempelajari hal tersebut, anda bisa membaca Buku di bawah ini. 

    Buku yang mudah di mengerti dan Simple !!!

Artikel Terkait

Ternyata ini penyebabnya Emiten WSKT turun sampai ... Belajar Saham -  Selmata pagi semua, semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk dapat m...
Rekomendasi Saham 21 September 2016 This content is available for membership only. Get Premium Access. ITS FREE!!
Rekomendasi Saham 09 Mei 2017 Pagi semua !!! IHSG pagi ini diprediksikan akan bergerak cendrung untuk menguat, tapi kemungkinan IH...
Hindari Sektor CPO !!!! Apa alasannya ??? Saham 21... Belajar Saham -  Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Pagi ini IHSG masih akan bergera...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *