(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

Fear & Greed

greedAda satu pepatah yang menyebutkan bahwa pasar saham dikendalikan oleh ketakutan dan keserakahan.

Siapapun yang pernah melakukan transaksi lebih dari 2 posisi umumnya pasti pernah merasakan 2 jenis emosi tersebut.

Semua trader jelas mempunyai dan mengalami pengalaman dalam masalah emosi. Perbedaan antara trader yang sukses dengan yang gagal adalah dari bagaimana cara mereka menghadapi emosi tersebut.

Mari kita lihat bagaimana emosi ini mempengaruhi seorang trader yang sukses dan trader yang gagal dalam berbagai skenario:

Skenario 1 :

Beberapa Transaksi Sebelumnya Mengalami Kegagalan

Trader yang gagal akan menyadari hal ini sebelum ia ambil posisi di market dan senantiasa hidup dalam ketakutan kalau-kalau transaksi sahamnya kali ini akan gagal lagi.

Hal ini hanya akan membuatnya membuang begitu banyak waktu hanya untuk memastikan bahwa dia dalam posisi yang benar, sehingga pada akhirnya ia akan ketinggalan entry level yang bagus tersebut.

Mereka-mereka inilah yang pada akhirnya sering akan mencari-cari alasan2 lain, apa saja penyebabnya, apa yang kira-kira belum dipikirkan, hingga nantinya mendapatkan alasan untuk tidak masuk market, dan tidak melakukan apa-apa.

Kesimpulannya mereka akan selalu dihantui oleh rasa takut akan mengalami kegagalan lagi.

Sementara trader yang sukses akan mencoba strategi mereka dan bisa siap menerima akan adanya kemungkinan loss yang beruntun dari penerapan strategi mereka. Mereka akan selalu mengukur tingkat kesuksesan dengan menggunakan sistem tersebut baik ketika sedang profits

confuse02sSkenario 2 :

Sesaat Setelah Entry ke Market, Ternyata Market Price Bergerak Melawan Arah

Pada saat ini terjadi, para trader gagal akan segera merasa takut kalau dia telah melakukan sebuah kesalahan. Mereka akan menunggu dan berharap bahwa market akan segera berbalik arah menuju yang mereka inginkan.

Rasa ‘takut akan melakukan tindakan yang salah lagi’ telah berhasil mengendalikan pikiran mereka dan kebijaksanaan serta objektifitas dalam trading mereka, mereka bahkan mungkin akan menggeser posisi Stop Loss mereka menjauhi Open Position dengan tujuan supaya Stop Loss tersebut tidak disentuh oleh market price.
Mereka mungkin juga akan mengabaikan transaksi itu begitu saja dan berharap market price akan segera berbalik arah, paling tidak ke posisi breakeven

Seorang yang awalnya adalah daytrader kini bisa berubah posisi menjadi trader ‘penggeser posisi’ dan beberapa hari kemudian mungkin beralih status lagi menjadi trader jangka panjang yang menerapkan strategi buy dan menahan posisi, bahasa kerennya “Investor Kacilakaan”

Trader yang sukses, tentu saja, akan tahu berdasarkan beberapa percobaan yang telah ia lakukan terhadap sistemnya, bahwa setiap masuk ke market pasti ada peluang tradingnya akan berhasil dan ada peluang juga akan menyentuh proteksinya.

Sabuk pengaman yang sudah dipasang akan berada pada tempatnya dan tetap berada pada tempatnya. nilai batas yang digunakan memberi petunjuk di mana ia akan keluar dari market, bukan petunjuk seberapa takut dia akan gagalnya tradingannya.

unlock_how_saham

Skenario 3 :

Saat Entry ke Market dan Market Bergerak dengan Sangat Cepat Menuju Arah yang Diinginkan Sesuai Arah Profit.

Trader yang gagal akan segera membayangkan sebuah villa di bawah terik matahari dan sebuah mobil sport terbaru terbayang-bayang di dalam kepalanya.

Lalu dia kemudian akan memindahkan price targetnya menjauh dan memutuskan untuk membiarkan market terus bergerak berharap akan mengenai target yg telah digeser menjauh tersebut.

Keserakahan telah membutakan dirinya dan ‘rencana’ sebelumnya (jika memang ada).

greed_sahamTentu saja, market jarang bergerak ke satu arah untuk waktu yang lama dan saar market berbalik arah keserakahan itu akan segera berubah menjadi ketakutan hingga impian-impian yang tadi akan sirna seketika dan trader gagal ini akan menunggu hingga market price kembali ke tempat asalnya waktu ia masuk ke market.

Daytrader kini berubah menjadi position trader. Sedangkan Trader yang sukses telah men-set target sebelumnya, harga yang spesifik atau waktu yang spesifik dan akan disiplin dengan prinsipnya itu.

Jika suatu transaksi tunggal dalam tradingan Anda mampu menghasilkan profit hanya dalam waktu 5 menit, maka sudah! Itu sangat bagus! Banyak sekali transaksi-transaksi lainnya yang tidak bisa secepat itu.

Ketakutan dan keserakahan adalah emosi manusiawi.

Kita tidak bisa merubah 2 emosi tersebut, TAPI kita bisa kendalikan bukan ? :)

Best Regards

signature

Santo Vibby

Trading Is Simple !

Contact Info :
BBM : 2BC8D4CE
WA : 0811 9195 998

SV_Mentor01Santo Vibby merupakan praktisi dan Icon Traderpreneur dari trader dan investor Indonesia. Santo Vibby telah mendalami dunia investasi dan keuangan semenjak tahun 2000.

Berbagai instrumen produk investasi menjadi makanan sehari-harinya, mulai dari deposito, reksadana, saham, bisnis, hingga properti. Semenjak 2006, Santo Vibbby telah menjalani hidup Trading For Liviing dan sejak saat itu mulai berbagi dengan menuliskan pengetahuan praktisnya. 

Dengan motto “Trading Is Simple”, maka Santo Vibby telah merilis buku-buku BEST SELLER yang telah ditulis antara lain: When To Buy & Sel, CandleStick Can Tell, Jual Saham Anda Lebih Mahal, Money & Business Skills, Zeropreneurs, dan yang paling fenomenal adalah The Stock Market Secret Profits.

Selain itu melalui sekolahnya Santo Vibby Traders Academy, beliau telah mencetak banyak sekali para traders, pakar saham dan trainers sukses yang merupakan alumni sukses dari bimbingannya. Setiap bulannya, Santo Vibby sering mengadakan seminar saham dan kelas edukasi di berbagai kota di Indonesia.

newsletter_ebook_gratis

Pinterest

Share with Your Friend

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *