(+62 21) 225-221-47 / 48 contactus@svta.co.id

Hindari Sektor CPO !!!! Apa alasannya ??? Saham 21 Juni 2018

Belajar Saham –  Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Pagi ini IHSG masih akan bergerak Mixed lebih cendrung untuk menguat sesaat, Strategi pagi ini kita usahakan Fasttrade Untuk saham saham yang kamren kita buy, Seperti INDY, INKP, INTP dan BBCA. Pagi ini saham prioritas kita masih sama yaitu PTBA, INKP, INTP, BBCA dan INDY untuk lebih jelasnya silahkan check di bawah ini.

Menurut Analisa kami ada beberapa Saham Indonesia yang bisa di jadikan Investasi saham yang berjangka panjang atau bisa di bilang untuk tabungan saham yang di lihat dari Fundamental perusahan tersebut, di antaranya Saham UNVR, UNTR, INDF, ITMG dan PTBA

Ini dia alasannya untuk menghindari sektor CPO !!!

Harga minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) kembali terdampar ke level terendah. Memanasnya konflik perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta ketidakpastian ekspor CPO ke Eropa membuat harga komoditas perkebunan ini terus tertekan pasca berakhirnya sentimen lebaran.

Rabu (20/6), harga CPO kontrak pengiriman September 2018 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,04% dibanding sehari sebelumnya jadi RM 2.262 per metrik ton. Ini merupakan level harga terendah CPO sejak September 2016. Dalam sepekan, harganya sudah anjlok 3,05%.

Tren harga CPO sejak awal tahun ini memang terus mengalami penurunan. Kondisi ini muncul terutama pasca tercetusnya ancaman perang dagang oleh AS kepada sejumlah negara, termasuk China. Saat ini, AS juga mulai mengincar Kanada dan Uni Eropa. “Saat ini, harga CPO diselimuti dua persoalan besar, yaitu perang dagang AS dan ekspor ke wilayah Eropa yang tidak pasti.

Sebagai informasi, selama ini, Eropa tercatat sebagai konsumen minyak sawit mentah terbesar kedua di dunia setelah Asia. Pasokan CPO di Eropa Timur selama ini didominasi oleh produk dari Indonesia dan Malaysia. Sentimen buruk mengenai produk CPO masih berkembang di pasar Eropa. Tambah lagi, kebijakan European Central Bank (ECB) yang masih akan menahan suku bunga acuan membuat pasar derivatif lesu. Akibatnya, dollar Amerika Serikat (AS) menguat tajam.

Kendati demikian, penguatan the greenback yang membuat ringgit melemah tak serta merta mendongkrak harga CPO. Sentimen perang dagang membuat kondisi pasar kembali terancam volatilitas tinggi. Hal ini membuat prediksi awal harga CPO bisa bertahan di atas RM 2.400 per ton jadi meleset.

IHSG Cermati arah Bunga Acuan BI

Di hari pertama transaksi seusai libur Lebaran, pasar modal domestik langsung merosot tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (20/6) ditutup menyusut 1,83% ke level 5.884,04. IHSG sempat bergerak di level support 5.834 hingga resistance 5.974.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, mengakui penurunan indeks saham merupakan dampak dari sentimen dari pasar global, seperti kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Pada pertengahan Juni, The Fed kembali menaikkan bunga acuannya sebesar 0,25% menjadi 1,75%-2%.

Ada spekulasi di pasar, kebijakan suku bunga The Fed tersebut akan diikuti Bank Indonesia (BI). BI kemungkinan kembali menaikkan suku bunga acuan 7-day revers repo rate (7-DRR) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di akhir Juni nanti.

“Jujur saja sebagai pelaku pasar modal, saya bisa katakan suku bunga merupakan salah satu musuh terbesar,” ungkap Tito, Rabu (20/6). Ia mengatakan hal tersebut terefleksi dari penurunan IHSG kemarin. Di sisi lain, libur yang terlalu panjang menjadi salah satu faktor penggerus IHSG. Selama sepekan terakhir, sentimen negatif global terakumulasi sehingga pasar saham mencatatkan penurunan cukup signifikan.

Otoritas BEI mencatat beberapa sentimen negatif, seperti perkembangan isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas. China mengumumkan akan mengenakan tarif impor terhadap gas alam dan produk energi lainnya.

Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei tercatat menurun menjadi US$ 122,9 miliar dari bulan sebelumnya US$ 124,9 miliar. Selain itu, neraca perdagangan Mei juga mencatatkan defisit.

Meski demikian, Tito menilai investor tidak perlu cemas. Sebab, secara fundamental, perusahaan yang ada di Indonesia saat ini cenderung masih kuat. Selain itu, jumlah investor saham terus meningkat dan frekuensi pasar modal masih menunjukkan pertumbuhan.

Analisa saham kami untuk hari ini Kamis 21/06 Ihsg diperkirakan akan Mixed  cendrung bergerak menguat, akan tetapi IHSG masih akan mencermati suku bunga Acuan BI. Tapi tidak usah khawatir kita incer saham saham yang berada dalam Support. Ikutin terus Rekomendasi Livenya Pak Santo Vibby via telegram. IHSG resist di area 6040-6090-6100 arahnya. dengan Support terdekat 5920-5930.

Ingin mengikuti Rekomendasi live dari Pak Santo Vibby Via telegram. Untuk mencari 2-3 % perharinya. SIlahkan Klik link ini http://svta.co.id/kk-palem/

Stock Pick hari ini Beserta Chartnya :

  • INDY Strike Price 3700-3710, Take Profit 4000-4300, Stop Loss 3660.
Chart INDY – Indika Energy Tbk
  • BBCA Strike Price 20800-20900, Take Profit 22000-23000, Stop Loss 20600.
Chart BBCA – Bank Central Asia Tbk
  • PTBA Strike Price 4220-4200, Take Profit 4300-4340, Stop Loss 4180.
Chart PTBA – Bukit Asam Tbk
  • ASII Strike Price 6875-6850, Take Profit 7000-7200, Stop Loss 6750.
Chart ASII – Astra International Tbk

Disclaimer

Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut.
Kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung. Belajarlah saham pada seminar saham yang tepat.

 

Untuk menganalisa ini semua kita menggunakan metode Tekhnikal Analisys dengan menggunakan Chart dan terpaku pada Titik Support dan resist. Bila anda mau mempelajari hal tersebut, anda bisa membaca Buku di bawah ini. 

Buku yang mudah di mengerti dan Simple !!!

Artikel Terkait

Wow IHSG 6000, Bagus atau berbahaya kah ??? Saham ... Belajar Saham - Selamat pagi teman teman Trader semua. Ini dia IHSG berada dalam area 6025. masih da...
Harga Minyak Dunia Turun 7%, Harap Hindari Saham S... Belajar Saham-Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,pagi ini IHSG di prediksikan akan be...
Wah Laba saham ini Merosot !!! Apa penyebabnya ???... Belajar Saham - Selamat pagi para Trader, IHSG pagi ini diprediksikan akan bergerakn cendrung untuk ...
Clossing Bell sore ini 07 Juni 2016 This content is available for membership only. Get Premium Access. ITS FREE!!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *